• Belajar berbasis Aneka Sumber (BEBAS), apakah gerangan dia itu sebenarnya? BEBAS atau aslinya dikenal dengan istilah Resources-based Learning merupakan salah satu strategi penerapan pradigma konstruktifism. Dalam paradigma pendidikan tradisional, guru dianggap sebagai satu-satunya sumber belajar. Dalam paradigma pendidikan modern, tidak lagi demikian. Siswa dapat belajar dari berbagai sumber lain tidak hanya guru. Apalagi dalam era informasi saat ini, informasi tersedia dimana-mana dalam berbagai bentuk dan jenis mulai dari bentuk cetak, non-cetak, bahkan sumber belajar dari manusia itu sendiri. Siswa atau mahasiswa dari universitas XYZ katakanlah dapat belajar tentang konsep teknologi pendidikan dengan saya yang bukan dosen di universitas tersebut via internet (chatting, email, dll). Masalahnya adalah bagaimana seorang guru atau dosen dapat mengemas aneka sumber belajar itu menjadi suatu bagian yang terintegrasi dari strategi pembelajaran yang dia lakukan. Menantang, dan menuntut kreatifitas dan persiapan yang matang tentunya.

    Coba kita lihat salah satu definisinya:

    Resource-Based Learning is the instructional strategy where students construct meaning through interaction with a wide range of print, non-print and human resources. (http://www.centralischool.ca/~bestpractice/resource/index.html)

    Secara gambalang dikatakan bahwa BEBAS adalah strategi pembelajaran dimana siswa membangun pemahamannya melalui interaksi dengan berbagai sumber belajar baik cetak, non-cetak, maupun orang. Jadi, BEBAS sangat terkait erat dengan pendekatan konstruktifistik, metode belajar peemcahan masalah (problem-based learning, inquiry learning, atau pembelajaran berbasis proyek (project-based learning). BEBAS mendorong siswa meningkatkan literasi informasi, meningkatkan kemampuan berpikir kritis yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat dalam era informasi/global saat ini. Disamping itu BEBAS lebih berpusat pada siswa (student-centered learning) yang memungkinkan siswa dapat menemukan dan membangun pengetahuannya sendiri, dimana guru lebih berperan sebagai fasilitator dan manajer pembelajaran.

    Apa sebenarnya kelebihan lain dari BEBAS? Kita lihat kelebihannya saja ya, karena tidak ada kelemahan kecuali menuntut kreatifitas, kemauan yang keras dan persiapan yang matang dari guru.:) Berikut adalah keuntungan dari BEBAS:

    • BEBAS mengakomodasi perbedaan individu baik dalam hal gaya belajar, kemampuan, kebutuhan, minat, dan pengetahuan awal mereka. Dengan demikian, siswa dapat belajar sesuai dengan kecepatannya masing-masing. Sumber belajar dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan masing-masing siswa.
    • BEBAS mendorong pengembangan kemampuan memecahkan masalah, mengambil keputusan, dan keterampilan mengevaluasi. Jadi, BEBAS memungkinkan siswa menjadi kreatif dan memiliki ide-ide orisinal.
    • Proses pembelajaran dengan metode BEBAS mendorong siswa untuk bisa bertanggung jawab teradap belajarnya sendiri. Jadi, dapat melatih kemandirian belajar sehingga pembelajaran dapat menjadi lebih bermakna, lebih tertanam dalam pada dirinya karena ia sendiri secara pribadi yang menemukan dan membangun pemahaman.
    • BEBAS menyediakan peluang kepada siswa untuk menjadi pengguna teknologi informasi dan komunikasi yang efektif. Dengan demikian dapat membangun masyarakat berbasis pengetahuan (knowledge-based society). Ia akan mampu bagaimana menemukan, dan memilih informas yang tepat, menggunakan informasi tersebut, mengolah dan menciptakan pengetahuan baru berdasarkan informasi tersebut serta menyebarluaskan atau menyajikan kembali informasi tersebut kepada orang lain.
    • Terakhir. Dengan BEBAS, siswa akan belajar bagaimana belajar. Sekali ia melek informasi, ia akan mengembangkan sikap positif dan keterampilan yang sangat berguna bagi dirinya dalam era informasi yang sedang dan akan dihadapinya kelak. Jadi, pada akhirnya BEBAS dapat membekali keterampilan hidup bagi siswa.

    Mau coba? Tunggu tulisan berikut tentang bagaimana proses pelaksanaan BEBAS tersebut! :)

    —–
    Sumber: http://www.centralischool.ca/~bestpractice/resource/index.html

     Viewed 4406 times by 1509 viewers

    This entry was posted on Thursday, September 4th, 2008 at 10:02 am and is filed under Instructional / Training Design, instructional media. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
  • 7 Comments

    Take a look at some of the responses we've had to this article.

    1. hidayat
      Posted on December 18th

      pak uwes, terima kasih informasinya

      Uwes A. Chaeruman Reply:

      sami-sami kang dayataat

    2. rima
      Posted on January 17th

      mw nanya..
      bebas itu model,,metode atau pendekatan pembelajaran??
      kLo dalam biologi bisa tidak???
      kira2 kLo untuk judul proposal gmna ya bahasanya???

    3. Sofyanto
      Posted on January 22nd

      Terima kasih infonya. Moga bermanfaat bagi kita untuk melakukan pengembangan.

    4. Uwes A. Chaeruman
      Posted on January 22nd

      sama-sama

    5. rahma ansriana
      Posted on February 16th

      pak,saya mahasiswa semester 8 yang mau meneliti tentang metode resource based learning ini.untuk referensi buku yang bs saya bc ttg metode ini dimana ya pak?

    6. Uwes A. Chaeruman
      Posted on February 16th

      memang agak susah, cari buku tersebut, khususnya yang berbahasa Indonesia… coba cari di kolom search pada web ini dengan kata kunci belajar berbasis aneka sumber. kalo gak salah ada satu makalah yg komprehensif tentang itu. siapa tahu bermanfaat untuk Anda… , versi bahasa Inggris bisa dicari di google.com dengan kata kunci resources based learning

  • Post a Comment

    Let us know what you thought.

  • Name:

    Email (required):

    Website:

    Message: